Home / Foto / Kusir-kusir Menggila: Energi Liar Black Horses di Arena Pacuan Kuda

Kusir-kusir Menggila: Energi Liar Black Horses di Arena Pacuan Kuda

Aksi Panggung Black Horses

Band yang terbentuk dari awal tahun 2015 ini adalah salah satu unit band classic rock modern yang sangat menggugah para pecinta musik rock 70-an. Dengan aksi panggung yang liar, membuat Black Horses memiliki karakteristik yang kuat di skena rock masa kini.

Aksi Panggung Black Horses
Aksi Panggung Black Horses
(Foto: Kemal Syahid)

Membawa identitas yang sangat kuat, mereka mengambil inspirasi langsung dari raksasa rock legendaris seperti Led Zeppelin, Deep Purple, dan Black Sabbath.

Menariknya, Black Horses memiliki idealisme yang sangat tinggi terhadap autentisitas suara (vintage sound). Di awal-awal rilisan mereka, mereka sengaja membatasi penggunaan teknologi modern seperti autotune atau quantize digital. Bahkan, mereka sempat menggunakan mesin pita analog (Studer Tape Machine) pada proses mastering demi mendapatkan sound rock purba yang mentah (raw), jujur, dan berkarakter.

Nama band ini terinspirasi dari kisah Alkitab tentang “Four Horsemen of the Apocalypse” (Empat Penunggang Kuda Akhir Zaman). Kuda hitam (Black Horse) dipilih karena dianggap merepresentasikan keunikan kepribadian dari masing-masing personelnya. Sementara itu, para penggemar setia mereka akrab disapa dengan sebutan “Kusir” dan panggung pertunjukkan disebut sebagai “Arena Pacuan Kuda”.

Dalam pertunjukkan ini, Black Horses meruntuhkan dinding pembatas dan menyatu dengan energi dari para kusir-kusir. Di Arena Pacuan Kuda, tidak ada jarak. Keringat yang bercucuran, tubuh yang merontak seakan energi tersalurkan menyeluruh, menandakan intimasi yang selalu Black Horses berikan dalam setiap pertunjukkannya.

Tagged:

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *